بسم الله الرحمن الرحيم
Seusai aku travel seorang siri malam tadi mencari hala tuju hidupku, ketikamana program 'Bersinar dengan Aliran' dijalankan (maaf sangat2 kepada ahli genIIus sebab ketidakhadiran ana), aku bermonolog sendirian di beranda rumahku yang tidak lekang dari debu. Saling bertanya antara satu sama lain dengan diri aku. Secara jujurnya, tidak dapat hadir program semalam membuatku sedih . Setelah bertungkus lumus menyiapkan makanan bersama sahabat-sahabat. Tapi, aku terpaksa merelakan hati aku untuk kebaikan yang lebih besar.
Malam tadi, aku sering bertanya diri aku. Apa yang aku dah buat untuk Islam sebagai seorang Muslim. Dengan segala nikmat yang Allah beri ini. Sepercuma mana pun kurniaan Allah, pasti ada bayarannya. Dan Dia mahu kita bayar dengan kita menjadi abid yang taat kepadaNya. Dia juga mahu kita menyebarluaskan agama suci ini. Dia mahu kita menegakkan agama yang semakin hari hanya tinggal pada nama sahaja.
Allahu Akbar.. betapa kecilnya sumbangan aku untuk Islam. Sangat sedikit yang aku lakukan untuk mambebaskan Aqsa di sana. Aku takut dan bimbang usiaku yang dimakan masa ini akan tamat tidak lama lagi. Dan aku hanya goyang kaki di rumah kononnya menunggu Islam akan bangun.
Tanpa aku sedari, titik-titik jernih mengalir perlahan. Aku tidak tahan Ya Allah. Izinkan aku mengalirkan air mata keranaMu. Lacrimal gland yang sudah lama tidak menjalankan tugasnya tunduk pada malam itu. Alunan nasyid Maher Zain semakin tidak didengari walaupun gemanya hanya beberapa milimeter dari cuping telingaku.
Ya Allah, ampuni ku kerana kurangnya syukurku
Ampuni daku kerana nafsuku yang meliar ini
Bimbinglah langkahku
Agar redhaMu kugapai
![]() |
| [kredit] |
Kusadari, engkau sanggup
Mengambil kembali karunia-Mu
Dan kucoba, selalu mengingat
Takkan sia-siakan segalanya
Karena, suatu hari
Semua akan tiada lagi
Dan di akhir hayat kumohon
Kau ridho padaku
Allah, Ya Allah Tuntunku ‘tuk tiba di Jannah-Mu
Ya Allah, Ya Allah
Jangan jauh dariku kudamba cahaya-Mu
Bersama-Mu kuingin dekat
Dekat dengan-Mu sepanjang usia
Ya Allah, O Allah!
Dampingi langkahku [Selalu]
Kusadari, kadang kulupa
Mungkin ini nafasku yang terakhir
Ampuni kurangnya syukurku
Maafkan kuragu kasih-Mu
Nanti, suatu hari
Saat duniaku usai berakhir
Di akhir hayat kumohon
Kau ridho padaku
Hari berganti
Kuyakin waktuku kian singkat
Tuhanku, biarku genggam dunia ini
Tanpa mencintainya
Karena ku kan segera pergi
Karena ku kan segera pergi
Tuntunlah aku
Setiap langkahku
Mengambil kembali karunia-Mu
Dan kucoba, selalu mengingat
Takkan sia-siakan segalanya
Karena, suatu hari
Semua akan tiada lagi
Dan di akhir hayat kumohon
Kau ridho padaku
Allah, Ya Allah Tuntunku ‘tuk tiba di Jannah-Mu
Ya Allah, Ya Allah
Jangan jauh dariku kudamba cahaya-Mu
Bersama-Mu kuingin dekat
Dekat dengan-Mu sepanjang usia
Ya Allah, O Allah!
Dampingi langkahku [Selalu]
Kusadari, kadang kulupa
Mungkin ini nafasku yang terakhir
Ampuni kurangnya syukurku
Maafkan kuragu kasih-Mu
Nanti, suatu hari
Saat duniaku usai berakhir
Di akhir hayat kumohon
Kau ridho padaku
Hari berganti
Kuyakin waktuku kian singkat
Tuhanku, biarku genggam dunia ini
Tanpa mencintainya
Karena ku kan segera pergi
Karena ku kan segera pergi
Tuntunlah aku
Setiap langkahku
~MZ~
![]() |
| [kredit] |
~JalanMasihPanjang,UsiaMakinPendek~


kalau rancangan Dia mengatasi rancangan kita, sentiasa ada yang besar menanti di belakang kehendak Dia. ^^
ReplyDeletechill la bro.
orang yang cari Allah, akan jumpa Allah di dunia sebelum jumpa Allah di jannahNya ^^
Well then..
DeleteRancangan Allah yang terbaik
kita yang harus mencari disebalik yang terbaik itu kan..=)
Allah and ikhwah know what you're doing insyaAllah.
ReplyDelete"dapat air kotak ke?" :)
ReplyDeleteair kotak?
Deletedapat y lebih berharga daripada tu.
(=